Tidak perlu terlalu risau kalau terdeteksi AI gan, itu terjadi pada ane beberapa bulan lalu, dan kemudian komparasi-komparasi AI seperti yang agan lakukan. Pada dasarnya AI checker itu tidak sempurna dan tidak bisa menjadi rujukan utama menilai suatu konten itu ditulis manusia atau AI. AI checker hanya memberitahu kalau ada pola yang sama dengan teks generasi AI.
AI checker juga ada "tier"-nya atau generasi berapa.
Generasi 1: paling hanya lihat struktur kalimat
Generasi 2: lihat perplexity
Generasi 3: mulai kombinasi beberapa sinyal, termasuk token
dst.
Nah tiap apps yang ada di internet itu tidak bisa disamakan, terutama:
(1) Itu tools generasi keberapa
(2) Apakah mendukung bahasa Indonesia
Yang sudah punya reputasi itu:
(1) Turnitin (yang asli), ini tools hanya dipunyai oleh Institusi, macam Universitas. Tidak tersedia publik, sehingga link Turnitin yang agan pakai itu ane cium abal-abal

(2) GPTZero, ini tools sudah diuji di Bahasa Indonesia.
https://gptzero.me/news/what-is-the-best-ai-detector-for-multi-language-detection/ ya meskipun ini iklan situsnya sendiri dan tidak secara eksplisit mendukung Bahasa Indonesia
Jadi nanti percuma karena tidak ada industry standard (kecuali agan punya akses Turnitin asli), nanti misalnya terdeteksi di A, B, C tapi tidak terdeteksi di D, E, F, malah jadi konflik yang tidak ada gunanya.
Namun, ketika saya menggunakan situs lain
smallseotools, hasilnya sungguh mengejutkan yaitu:
58% AI
42% HUMAN
Beda generasi dan supported language, seperti yang ane jelaskan di atas.
Bagaimana cara mengakali ini? Karena, saya sempat tes membuat tulisan yang lebih FORMAL dengan bahasa sendiri lainnya, tetap saja ada deteksi AI di smallseotool AI detector tersebut.
Apakah karena menggunakan bahasa yang termasuk formal dalam bahasa Inggris sehingga terdeteksi AI?
Best practice untuk ini mungkin bisa menggunakan yang ane jelaskan, jadi jangan lalu karena terdeteksi -> mengakali. Karena kalau agan berpikir untuk mengakali, biasanya akan merusak teks dan kualitas berkurang. Bahasa formal yang ditulis rapi, melalui proses perapian, akan lebih rentan terdeteksi AI.
Kalau memang fokusnya takut terdeteksi dan bukan kualitas bacaan. Sangat mudah, yaitu dengan menulis sekali jalan. Tidak perlu merapikan.
Kalau untuk forum, sebetulnya mudah saja mendeteksi AI atau tidak, ya karena yang biasanya pakai AI itu biasanya low effort, tools gratisan, user pangkat rendah yang pengen merit. Jadi sekilas saja sudah ketahuan ini teks terlalu rapi -> reputasi member tidak memenuhi syarat bisa nulis begini.